Tampilkan postingan dengan label Tips Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Linux. Tampilkan semua postingan

14 Februari 2012

Ini cerita Linuxku, apa cerita Linuxmu?

Awal mula ane kenal linux yaitu pada saat duduk di kelas 2 smk dan benar-benar jatuh cinta pada saat duduk di kelas 3 smk. Linux pertama yang ane kenal dan ane lihat adalah Debian (debian 4) dan sampai saat ini ane masih menggunakan turunan debian.

Dalam hati bicara :

Takut,  itulah pertama kali tahu linux.

Bertanya, ko ada sistem operasi yang kaya gitu.

Aneh, mending windows kemana-mana.


Singkat cerita pada duduk di kelas 3 semester akhir, ane di tunjuk guru sebut saja pa supri untuk maju dan mengikuti lomba keterlampilan siswa (LKS) SMK. Awalnya ane nolak tapi beliau terus mensupport ane untuk maju. Sedikit pencerahan dari pa supri ane pun akhirnya ikut dalam LKS tersebut. Kenapa ane menolak “Sistem Operasi windows aja ane belom mengusai kok, eh udah di tawarin yang beginian. Ane juga bukan siswa yang terpintar di sekolah. Ane takut ga bisa nguasain materinya, itu intinya”.
Dengan support yang di berikan beliau ane belajar untuk mengusai materi lomba tersebut. Ane salut sama beliau yang telah mendampingi ane untuk belajar debian. Yang ga pernah ane lupain pada saat ane ikut bimbel di cipondoh itu juga di biayai beliau, pulang dari bimbel tersebut setiktar jam 10 malam turun hujan padahal sudah H-1 menuju lomba tersebut, akhirnya dengan jas ujan seadanya kami bergegas pulang menuju lab sekolah untuk mempersiapkan peralatan walaupun belom semua materi di kuasuai oleh ane.


Dari situ ane kenal linux dan memperdalam linux  :D
Dan ternyata asik juga kalau sudah kenal linux :D
Ada istilah ”Tak kenal maka tak sayang”, kenalilah linux sebagai mana dia teman yang menemani di setiap harimu. Hingga sampai saat ini ane sudah memcicipi cita rasa dari berbagai distro, ini distro yang pernah ane singgahi :






























Tekad dan usaha yang serius walau  dengan otak yang pas-pasan itulah ane.
Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk memperdalam linux .
Jangan takut untuk belajar linux dan foss. Karena ane aja dengan otak yang pas-pasan bisa mengerti linux :D

Sekarang juga ane order CD/DVD Linux gan, monggo ke http://boegelstore.wordpress.com

10 Desember 2011

Installasi LibbreOffice Offline di Debian Squeeze maupun turunannya

Default Office di Debian Squeeze adalah OpenOffice tapi bagaimana jika saya ingin memakai LibreOffice. Pertama download LibreOffice 3.4.4
Jika Sudah di download pindahkan file LibO_3.4.4_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz ke Documents anda.
Lihat Gambar 1

Jika sudah buka root terminal, untuk menghapus OpenOffice ketikkan apt-get purge openoffice*
Pungguna ubuntu bisa tambahkan sudo hingga menjadi sudo apt-get purge openoffice*

Lihat Gambar 2

Lihat Gambar 3

Jika sudah, lalu masuk ke direktori Documents cd Documents

Lihat Gambar 4

Ekstrak file LibO_3.4.4_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz dengan tar xvzf LibO_3.4.4_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz

Lihat Gambar 5

Masuk ke direktori hasil ekstrakkan tersebut cd LibO_3.4.4_Linux_x86_install-deb_en-US dan cd DEBS

Lihat Gambar 6

Lihat Gambar 7

Lalu ketikkan dpkg -i*.deb
Untuk pengguna ubuntu tambahkan saja sudo di depannya.
Perintah ini untuk mengistall seluruh paket LibreOffice di komputer kita. 

Lihat Gambar 8

Jika sudah, lalu perhatikan di dalam direktori DEBS ada direktori desktop-integration. Masuk ke direktori tersebut dan ketikkan cd desktop-integration dan dpkg -i*.deb
Perintah ini untuk mengistall menu LibreOffice di desktop komputer kita.

Lihat Gambar 9

 Lihat Gambar 10

Installasi Selesai dan hasilnya.

Lihat Gambar 11





Sumber http://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/06/13/tanya-195-instalasi-libreoffice-dari-kode-sumber-dan-menghapus-openoffice/







 

05 Januari 2010

Memilih Distro GNU/Linux


Bagaimana cara Memilih Distro LINUX Menurut Kecepatan Komputer.
·        KOMPUTER KECEPATAN RENDAH (486 ke bawah)
Komputer dengan spesifikasi prosesor intel 386/486, RAM 16 Mb,dengan hardisk kurang dari 1 GB, akan lebih cocok dan berjalan normal bila menggunakan distro yang relatif ringan dan gegas seperti Slackware dan turunannya (vector, slax, dll).
Slackware,dan turunannya memang didesain untuk gegas dan minimalist. Bila anda menginstal-nya dengan pilihan minimal (console), hanya diperlukan 50 Mb ruang hardisk. Untuk menginstal xwindow anda harus menambahkan kartu grafis dan ruang hardisk tambahan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan menggunakan distro lain, dengan syarat tidak menggunakan desktop manager yang berat seperti GNOME, KDE, atau Enlightenment.
Akan lebih baik bila menggunakan desktop manager sekelas fluxbox,blackbox, atau iceWM.
·        KOMPUTER KECEPATAN MENENGAH (Pentium 1 - 2)
Komputer ber-prosesor Pentium 1 dan Pentium 2, dengan kartu grafis, RAM 64-128 Mb,dan hardisk 3-10 Gb. Baik bila di-instal Slackware, Debian, Redhat, Mandrake dengan menggunakan desktop yang ringan.
Bila anda ingin menggunakan GNOME atau KDE, konsekuensinya waktu loading-nya akan semakin lama dan agak lambat. Lebih baik anda menggunakan XFCE, IceWM, atau fluxbox.
·        KOMPUTER KECEPATAN TINGGI (PENTIUM 3 ke atas)
Komputer dengan kecepatan ini, bisa menggunakan distro mana-pun, tidak ada pantangan sama sekali.
·        TIPS MEMILIH DISTRO DARI ILMUKOMPUTER.COM
1. Ingatlah, perbedaan distr-distro Linux hanyalah pada cara instalasi, pemaketan program, file system, dan utilitas tambahan. Pada dasarnya semua distro menggunakan kernel yang sama, LINUX by Linus Torvalds.
2. Pilihlah distro yang mudah instalasinya, mudah dokumentasinya, banyak pengguna-nya disekitar anda, agar anda mudah belajar dan bertanya.
3. Pilihlah distro yang memiliki paket program sesuai kebutuhan anda. Dan, mungkin, jika anda peduli dengan lisensi, pilihlah distro yang hati-hati mem-paketkan program non-free.
4. Pilihlah distro yang memiliki support official maupun non-official. Manual,forum, update, upgrade, patch dan sebagainya, dan kalau bisa, gratis!.
Kalau masih bingung juga, coba dulu versi live-nya, seperti Ubuntu, Knoppix, Mandriva Move, dsb.
Doc.nya kawan : Download

Subscribe to Boegel Blog by Email



28 Desember 2009

Kenapa Virus Takut Sama LINUX ?

Kenapa virus takut sama Linux? mungkin ini beberapa alasannya :
1. Dalam linux, user biasanya tidak memegang account root/admin sehingga kerusakan dapat dibatasi.
2. Untuk menjalankan (execute) program/applikasi/virus/script, biasanya membutuhkan permission (lihat poin 1) dan file tersebut harus di set sebagai executable. jika tidak demikian, file tersebut hanya terbaca sebagai text file/unknown.
3. Flash drive (usb storage) biasanya menggunakan fat32 untuk kompatibilitas. biasanya file-file di fat32 tidak terset sebagai executable.
4. Virus untuk windows biasanya tidak jalan secara native untuk linux. ada beberapa virus yang dapat jalan di linux jika dijalankan dengan WINE (WINE Is Not Emulator). namun cara mengatasinya mudah: delete folder .wine di home folder.
5. Keanekaragaman linux sangat luar biasa. baik dari package managernya maupun settingannya. oleh karena itu sulit untuk virus menyebar ke komputer lain. virus windows mudah menyebar karena, settingan di windows semuanya identik.
6. Dependency di linux juga dapat menyebabkan virus sulit untuk dijalankan.
7. Security exploit di linux biasanya berdasarkan applikasi, bukan berdasarkan linux/kernelnya.
contoh: di windows banyak sekali virus yang menggunakan visual basic (vbs), active x, dan autorun. tidak sedikit virus makro yang berasal dari file-file microsoft office. rata-rata komputer yang dipasang windows mempunyai program-program tersebut (terutama vbs dan active x).
8. Terkait dengan poin 6 & 7, linux sangat modular.
misalnya: jika anda tidak membutuhkan webserver seperti apache, anda tidak perlu menginstall, bahkan anda dapat menguninstallnya jika tidak dibutuhkan. berbeda dengan windows xp, di windows xp IIS, OE, IE, VBS terinstall secara otomatis, dan tidak bisa diuninstall dengan mudah.
9. Perkembangan virus untuk linux masih minim, dapat dikatakan virus untuk linux yang beredar tidak terlalu membahayakan bila dibandingkan dengan Windows.
10. Pengguna linux biasanya lebih technology savvy, sehingga bisa dikatakan mereka lebih mengetahui tentang safe computing daripada pengguna windows. jadi,  jika anda  mengatakan bahwa virus tidak bisa kena linux (ubuntu, fedora, dsb), anda hanya 1/2 benar.

Subscribe to Boegel Blog by Email





23 Desember 2009

BiOS - Billing Open Source Untuk Warnet Linux !

Billing Open Source (BiOS) Baliwae, merupakan sebuah billing yang diistimewakan untuk Warnet berbasis Linux. Meski demikian, aplikasi ini juga dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Aplikasi ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan MySQL, serta beroperasi di atas aplikasi web server seperti Apache atau Lighttpd. Aplikasi ini terdiri dari dua bagian utama. Tampilan untuk operator (server), dan tampilan untuk pengguna warnet (client). Client dapat memantau durasi pemakaian dan biaya yang dikeluarkan dari komputernya, Administrator dapat menetapkan aturan biaya koneksi, dapat memonitor biaya yang harus dibayarkan client, memulai, menghentikan dan mereset billing client termasuk mencetak bill/nota untuk pelanggan dan menyajikan laporan pendapatan dalam bentuk grafis 3D, dsb.
Sebagai aplikasi buatan dalam negeri, fitur yang terdapat di BiOS tidak kalah dengan aplikasi billing komersial lainnya. Beberapa fitur yang dimiliki antara lain, memiliki interface yang mudah digunakan, tidak memerlukan kompilasi di client, bersifat ringan, mendukung berbagai macam varian tarif warnet, minim penggunaan bandwidth, dan dapat diakses dari beragam desktop manager (tidak tergantung pada satu macam distro linux tertentu).
Features dan kelebihan BiOS dibandingkan billing lain:
* Hadir dengan Lisensi Open Source, GNU/GPL versi 3
* Sudah pernah diuji di Warnet Linux selama 2 tahun
* BiOS dapat berjalan di hampir semua sistem operasi - cross platform, baik client maupun server (linux, windows, freebsd, etc)
* Memiliki interface yang sederhana, mudah penggunaan untuk client dan operator.
* Tidak perlu instalasi (compilasi) di client. Sangat mudah diinstal. karena cukup diinstal di komputer operator atau di proxy server yang telah dilengkapi dengan webserver (ex: apache server, lightttpd, dll), php dan database mysql. hampir semua distro linux saat ini menyediakan aplikasi builtin ini.
* Aplikasi sangat ringan, responsif, hanya membutuhkan space < 550Kb dan minim memakai bandwidth jaringan lokal.
* Dapat diakses dari modus GUI (xwin: kde, gnome, fluxbox, icewm, jvm, dsb)
* Terdapat akses berjenjang untuk client, operator dan administrator
* Unlimited client
* AJAX
* Apabila komputer billing terhubung ke internet, pemilik dapat memantau dan mengakses cpanel billing dari manapun. Dengan begitu dia tetap dapat memantau kondisi warnetnya, dsb.
Versi terbaru saat artikel ini dibuat adalah versi 1.4B
Download terbaru disini:
http://bios.googlecode.com
Screenshot disini:
http://code.google.com/p/bios/wiki/ScreenShot_1_4_B
Dokumentasi disini:
http://code.google.com/p/bios/w/list
Forum tanya jawab disini:
http://mandriva-user.or.id/forum/viewforum.php?f=25

* Sumber


Subscribe to Boegel Blog by Email